Example floating
Example floating
AdvertorialGorontalo Utara

Kepsek SDN 8 Sumalata Bantah Tudingan Ada Pungli di Sekolahnya

142
×

Kepsek SDN 8 Sumalata Bantah Tudingan Ada Pungli di Sekolahnya

Sebarkan artikel ini
SDN 8 Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara. (Foto dok Istimewa).

SKEMALANGIT.COM – Kepala SDN 8 Sumalata, Husin Ahmad, S.Pd., angkat bicara terkait adanya isu dugaan pungutan liar (Pungli) di sekolah yang dipimpinnya.

Menurut Husin, informasi tentang pihaknya melakukan pungli untuk pembangunan pagar sekolah, adalah informasi yang tidak benar, dan hanya merupakan sebuah kesalahpahaman.

size 300 x 600 piksel oleh Annissa Rahman

“Saya menegaskan, bahwa tidak ada pungli saat pembangunan pagar kemarin,” tegas Husin, saat menghubungi skemalangit.com.

Husin menjelaskan, terkait adanya sumbangan yang bersumber dari para orang tua siswa, hal itu merupakan hasil dari kemufakatan bersama pada rapat antara  orang tua siswa , penggurus komite dan pihak sekolah yang hadir, pada tanggal 2 April 2026 yang lalu.

“Setelah dibicarakan dalam forum rapat berapa total anggaran pembuatan pagar, selanjutnya ditetapkan didalam rapat tersebut orang tua siswa akan berkontribusi sekitar Rp. 65.487 per orang, akan tetapi para orang tua kemudian mengusulkan lagi jumlah ini dibulatkan saja menjadi Rp. 70.000, per orang tua siswa,” jelas Husin.

Lebih lanjut Husin mengungkapkan, persoalan ini juga telah diklarifikasi oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara dengan semua pihak terkait pada 22 Juli 2026.

“Orang tua yang keberatan dengan adanya kontribusi tersebut juga turut hadir, dan telah diberikan penjelasan terkait ini, juga telah menandatangani surat pernyataan bahwa tidak ada pungli di SDN 8 Sumalata,” ungkap Husin.

Husin menambahkan, pembahasan pembangunan pagar tersebut bersamaan dengan rapat persiapan akreditasi sekolah, sehingga dirinya yang memimpin rapat tersebut atas persetujuan komite.

“Memang saya yang memimpin rapat tersebut, tetapi itu atas persetujuan orang tua siswa dan didaulat oleh komite sekolah, karena ada beberapa agenda yang dibahas selain soal pembangunan pagar tersebut, yang memang sangat mendesak karena sudah diingatkan oleh beberapa orang tua siswa,” imbuh Husin.

Terakhir Husin menyampaikan, dirinya menyadari juga bahwa keselamatan para siswa lebih tinggi dari persoalan lain.

“Persoalan ini memang sudah selesai secara kekeluargaan, akan tetapi jika ada pihak yang masih belum puas maka saya bersama para orang tua siswa dan komite siap bertanggung jawab,” tandas Husin.

Sementara itu, salah satu perwakilan dari orang tua siswa SDN 8 Sumalata, Yulianti Diawa, kepada awak media ini menambahkan, bahwa kontribusi yang bersumber dari para orang tua tersebut memang adalah hasil dari kesepakatan seluruh orang tua siswa.

“Bahkan kami sangat bersyukur dan bangga pihak sekolah telah menginisiasi pembangunan pagar ini, sehingga pembangunan pagar ini segera selesai. Sebab beberapa kali kejadian, potensi kecelakaan lalu lintas terjadi akibat siswa dengan bebas bermain keluar sekolah karena tidak adanya pagar,” ujar Yulianti.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *