Example floating
Example floating
AdvertorialGorontalo Utara

Bupati Gorut Tegaskan Keluarga Sebagai Benteng Terkuat Dari Pengaruh Teknologi Digital

13
×

Bupati Gorut Tegaskan Keluarga Sebagai Benteng Terkuat Dari Pengaruh Teknologi Digital

Sebarkan artikel ini
Bupati Kabupaten Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, S.Ag., M.Pdi., saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 33 Tahun 2026, di Halaman Kantor Bupati Kabupaten Gorut, Selasa (07/07/2026). (Foto dok Istimewa).

SKEMALANGIT.COM – Bupati Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Thariq Modanggu menegaskan, keluarga adalah benteng terkuat untuk menjaga pengaruh arus perkembangan teknologi digital saat ini.

Menurut Thariq, saat ini disruspi teknologi digital dan pergeseran nilai sosial masuk tanpa permisi ke ruang keluarga melalui gawai di genganggaman anak-anak.

size 300 x 600 piksel oleh Annissa Rahman

“Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman ini akan dengan mudah menggilas masa depan,” ungkap Thariq, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 33 Tahun 2026, di Halaman Kantor Bupati Kabupaten Gorut, Selasa (07/07/2026).

Maka dari itu ungkap Thariq, ketangguhan keluarga bukan merupakan pilihan alternatif, melainkan sebuah keharusan mutlak dan urgensi.

“Ketangguhan keluarga, berkolerasi refminier dengan masa depan bangsa Indonesia. Kita sedang berada di jendela peluang historis bonus demografi. Ini merupakan peluang yang bisa meletakan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” ujar Thariq.

Namun kata Thariq, konidisi ini bisa berubah menjadi bencana demografi, ledakan penggangguran, dan runtuhnya stabilitas sosial, jika ledakan usia produktif ini tidak berkualitas.

“Oleh karena itu, transformasi sumber daya manusia tidak boleh ditunda, dan itu tidak dimulai dari bangku sekolah atau dunia kerja, melainkan dari rahim ibu dalam pengasuhan keluarga,” kata Thariq.

Lebih lanjut Thariq menjelaskan, untuk mengkapitalisasi bonus demografi tersebut, ada tiga pilar utama pembangunan yang harus diperkuat.

“Pertama kesehatan, kita harus menuntaskan stunting, anak yang terhambat perkembangan otaknya akan kesulitan bersaing di era kecerdasan buatan. Pemenuhan giji di seribu hari pertama kehidupan harus menjadi gerakan di setiap dapur keluarga,” jelas Thariq.

Kedua lanjut Thariq, adalah pendidikan karakter. Rumah harus dijadikan sebagai madrasah abad 21, di sinilah intergritas, kejujuran, dan kedisiplinan ditanamkan untuk mencetak manusia adaptif dan kolaboratif.

“Ketiga, ketahanan mental. Jadilah pelabuhan emosional yang stabil ditengah era yang penuh tekanan, agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang prisidien dan tidak mudah menyerah. Perbaikan kualitas SDM ini akan mustahil jika beban pengasuhan hanya diletakan di atas pundak seorang ibu.” terang Thariq.

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *