SKEMALANGIT.COM – Bupati Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu, kembali menggagas inovasi terbarunya, dalam penyelenggaraan pemerintahan yang kini dinahkodai olehnya bersama Wakil Bupati Kabupaten Gorut, Nurjana H Yusuf.
Inovasi tersebut, merupakan kolaboratif antara sistim DTSEN yang diluncurkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada tahun 2025 yang lalu, dengan sistim yang digagas olehnya sendiri.
Inovasi sistim informasi yang diberi nama “Si DTSEN Plus” itu, digagas oleh Bupati Thariq Modanggu untuk memastikan Data Ekonomi Keluarga di Kabupaten Gorut menjadi lebih lengkap dan lebih mudah diakses.
Menurut Thariq, gagasan ini awalnya muncul saat penanganan banjir yang sempat menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Biawu, pada bulan Mei 2026 yang lalu.
“Kita waktu itu, bersama Pak Assisten mendistribusikan makanan kepada warga terdampak banjir. Saat itu, kita menyaksikan bagaimana repotnya memasak makanan untuk warga yang saat itu sejumlah sekitar tiga ribu orang,” tutur Thariq, saat memimpin rapat bersama Dinas Kominfo dan Dinas Sosial Kabupaten Gorut, Selasa (07/07/2026).
Dari sinilah ungkap Thariq, dirinya terinspirasi betapa pentingnya kemampuan memasak bagi setiap keluarga di Kabupaten Gorut.
“Sementara kemampuan memasak itu, sangat bergantung pada ketersediaan pangan, dan ketersediaan pangan untuk dimasak tentu tergantung pada pendapatan dan pekerjaan,” ujar Thariq.
Oleh karena itu jelas Thariq, dirinya ingin memastikan setiap rumah tangga atau Kepala Keluarga di Kabupaten Gorut jelas pekerjaannya.
“Namun setelah saya mengecek DTSEN, kurang lebih 46 item data di DTSEN itu ternyata tidak memuat secara detail pekerjaan, misalnya dia petani: berapa luas lahannya, dia petani jagung atau petani sawah,” jelas Thariq.
Tak hanya itu, Thariq juga menemukan dalam DTSEN tidak ada data-data detail seperti untuk warga yang pekerjaannya petani, berada di daerah irigasi atau tidak, status kepemilikan lahan yang digarap, hingga pekerjaannya secara bulanan atau musiman.
“Padahal ketika kita ingin memberikan intervensi, baik dari pusat, provinsi, maupun daerah, data kita itu harus benar-benar dan spesifik,” terang Thariq.
Selain itu jelas Thariq, untuk mengakses DTSEN tidak semudah dibayangkan olehnya, padahal dirinya menginginkan, ketika dirinya turun ditengah situasi bencana alam dan lain sebagainya, data-data itu dapat diakses hanya melalui gadgetnya.
“Supaya segera terdeteksi. Tapi saat ini, data-data secara detail warga yang menjadi target untuk diberikan bantuan susah diakses. Oleh sebab itu saya undang seluruh dinas terkait untuk membahas solusi atas ini,” ungkap Thariq.
Selanjutnya Thariq mengaku, Kabupaten Gorut saat ini pertumbuhan ekonominya tertinggi kedua melampaui Provinsi dan Nasional, serta berhasil menurunkan angka kemiskinan.
“Tapi angka pengangguran tetap. Itu artinya, kita harus memastikan, pekerjaan atau ketenagakerjaan ini data-datanya harus jelas, kebijakannya jelas,” ujar Thariq.
Sehingga menurut Thariq, untuk memastikan agar pelayanan terhadap masyarakat yang berprofesi baik petani maupun nelayan dapat diberikan secara adil, maka dirinya membutuhan sumber data secara detail.
“Bukan hanya sekadar yang ada di dalam DTSEN, tapi harus lebih spesifik lagi data-datanya seperti pekerjaan-pekerjaan yang dilakoni masyarakat, sehingga kita dapat memastikan setiap orang di Kabupaten Gorut memiliki pekerjaan yang layak,” tutur Thariq.
Thariq menambahkan, dengan berdasar pada data-data yang detail dan jelas, maka pemerintah dalam memberikan kebijakan atau bantuan terhadap masyarakat, dapat dilakukan secara adil dan merata.
“Saya berharap, kepada semua OPD terkait, mari kita bekerja dan bertekad, Insya Allah soal data-data ini, kita akan turun lagi ke kecamatan-kecamatan,” tandasnya.















