Example floating
Example floating
AdvertorialGorontalo Utara

Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Bercahaya, Bupati Thariq: “Bercahaya” Tidak Pernah Mati

30
×

Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Bercahaya, Bupati Thariq: “Bercahaya” Tidak Pernah Mati

Sebarkan artikel ini
Bupati Kabupaten Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, S. Ag., M. Pd.I., saat memberi sambutan dalam agenda Temu Akbar Relawan Bercahaya, yang dirangkaikan dengan Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Bupati Gorut Thariq Modanggu bersama Wakil Bupati Gorut Nurjana H Yusuf, di Pantai Milango Desa Hutokalo, Kecamatan Sumalata, Sabtu (11/07/2026). (Foto dok Sularso Ding).

SKEMALANGIT.COM – Bupati Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Thariq Modanggu menegaskan jargon “Bercahaya” yang digunakan olehnya bersama Wakil Bupati Kabupaten Gorut, Nurjana H Yusuf, tidak pernah mati dan tak sekadar jargon politik semata.

Hal itu, diungkapkannya saat menghadiri Temu Akbar Relawan Bercahaya, yang dirangkaikan dengan Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Bupati Gorut Thariq Modanggu bersama Wakil Bupati Gorut Nurjana H Yusuf, di Pantai Milango Desa Hutokalo, Kecamatan Sumalata, Sabtu (11/07/2026).

size 300 x 600 piksel oleh Annissa Rahman

Menurutnya, sampai saat ini jargon “Bercahaya” masih tetap ada dan dirumuskan dalam Bahasa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gorut yang ditetapkan dalam peraturan daerah (Perda).

“Kata Bercahaya saat ini telah menjadi visi yang kita tuju lima tahun kedepan, Bercahaya bukan lagi simbol perjuangan, Bercahaya tidak lagi sekadar kata yang digunakan saat kampanye, tetapi dalam rangka mengisi pemerintahan, kita di-frame oleh Bercahaya, yaitu: Berdaya, Sinergi, Ceria, dan Berbudaya,” tutur Thariq.

Selanjutnya Thariq menjelaskan, ditengah evisensi anggaran saat ini dan pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak mencapai target, tetapi Kabupaten Gorontalo Utara masih tetap berdiri kokoh mempertahankan eksistensinya sebagai daerah otonom dan melaksanakan kegiatan-kegiatan.

“Karena bagi kami, sebagaimana filosofi cahaya, bukan pada besar kecilnya sebuah sumber cahaya itu ada, tetapi meski hanya sebuah lilin kecil ditengah kegelapan dia tetap terus memberi penerangan. Itulah fiosofi cahaya, yang juga kita terapkan dalam pemerintahan dengan motto berkerasi dalam keterbatasan,” jelas Thariq.

Lebih lanjut Thariq mengatakan, bukti inovasi yang digagas olehnya, adalah bagaimana mereka memulai sebuah program kecil G-2 10 (Gerakan 2 Ekor Kambing dan 10 Ekor Ayam), yang berbuah program hilirisasi ternak ayam pertama di Indonesia dan menjadi program pertama pada pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo-Gibran.

“Tidak ada yang bisa membayangkan itu. Hiliriasi ternak ayam di Indonesia, ternyata akan dimulai pertama kali dari Provinsi Gorontalo, lebih khusus di Gorontalo Utara. Kemarin tim yang didampingi oleh Pak Sekda di Sumalata, untuk pembangunan program hilirisasi ternak ayam yaitu pullet,” kata Thariq.

Thariq membeberkan, dari hasil pembahasan pihaknya bersama tim program hilirasi ternak ayam, program ini setiap hari nantinya akan menghasilkan sekitar 250 ribu ekor ayam perhari, yang akan turut melibatkan peran serta masyarakat.

“Sistemnya, karena ini dari pihak swasta, maka 250 ekor ayam ini akan diberi kesempata kepada masyarakat untuk diternak. Setelah besar, akan dibeli lagi oleh perusahaan ini. Jadi masyarakat tidak repot dan kebingungan lagi ayam ini akan dijual ke mana,” beber Thariq.

Selain itu, pakan untuk ternak ayam ini ungkap Thariq, masyarakat tidak perlu khawatir, sebab untuk ketersediaan pakan ayam akan diproduksi dari pabrik yang rencananya akan dibangun di Kecamatan Tolango.

“Kebutuhan ini bukan hanya kebutuhan kita, makanya kami diminta oleh pihak perusahaan yang sudah tanda tangan MoU dengan kami, untuk menguhubungi Bupati-Bupati yang ada di sekitar Gorontalo Utara, agar mereka juga bisa menggunakan atau membangun Kerjasama dalam hal hilirisasi ini,” ungkap Thariq.

Thariq menambahkan, pembangunan di sektor ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah dan masyarakat Kabupaten Gorut, sehingga membutuhkan dukungan semua pihak untuk siap melaksanakan dan menjalan program ini.

“Makanya kita harus siap. Apalagi pemerintah mendukung ini untuk kegiatan MBG (Makanan Bergizi Gratis), dan masyarakat didorong terus untuk memanfaatkan program hilirisasi ternak ayam ini. Apalagi, kita sudah punya BUMD (Badan Usaha Milih Daerah), yang akan bermitra dengan perusahaan nasional dalam hal pendistribusian,” imbuh Thariq.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *